Langsung ke konten utama

5 Jenis Cedera Yang Sering Terjadi Saat Mendaki Gunung

Tips Mencegah Cedera Pada Saat Mendaki Gunung Serta Penanganannya

Cedera dapat terjadi kapan saja. Jangankan mendaki gunung, saat melakukan rutinitas sehari-hari saja kadang otot kram dan kesemutan. Setiap aktivitas fisik jelas tak dapat dipisahkan dari yang namanya cedera. Cedera juga tak pandang bulu. Baik yang masih pemula maupun yang sudah berpengalaman nyaris tak pernah luput dari cedera.

Sebagian besar cedera dapat dicegah dan biasanya terjadi karena terlalu memaksakan diri dan kurang berhati-hati. Penting untuk selalu ingat kemampuan dan batasan fisik diri sendiri.

Berikut ini 5 macam cedera yang biasa terjadi saat mendaki gunung beserta pencegahan dan penanganannya.


1. Kram Lutut 
Cedera yang paling sering dialami ketika mendaki gunung. Kram biasa terjadi di bagian persendian, terutama lutut. Seiring bertambah tua usia kita, semakin sering pula gejala ini terjadi. Istilah lain kram antara lain keseleo, terkilir, salah urat, kesemutan, dan lain sebagainya.

Pencegahan:
  • Beberapa minggu sebelum mendaki hendaknya rutin berolahraga. Seperti misalnya senam, jogging, atau bersepeda.
  • Lakukan senam pemanasan sebelum memulai pendakian untuk meregangkan otot.
  • Pilih pijakan baik-baik. Jangan asal melangkah tanpa melihat kondisi tanah.
  • Jaga ritme berjalan. Jangan terlalu cepat.
  • Pakailah sepatu gunung untuk mencegah cedera pada pergelangan kaki. Tips memilih sepatu gunung bisa anda baca disini. Tidak dianjurkan menggunakan sandal, apapun bentuknya. Meski sandal gunung sekalipun.
  • Gunakan pelindung lutut (deker) untuk menyangga otot di bagian persendian supaya tidak gampang kram.
  • Gunakan trekking pole untuk membantu pijakan. Trekking pole berfungsi untuk membagi beban di lutut agar tidak terlalu berat.
Penanganan:
  • Jika kram pada bagian lutut, segeralah duduk. Lepas tas dan luruskan kaki selama beberapa menit sampai terasa agak mendingan. Tidak usah terburu-buru.
  • Gunakan krim atau plester pereda nyeri di bagian yang kram. 
  • Jika tidak membawa trekking pole, gunakan tongkat dari batang pohon untuk membantu berjalan.
  • Perlambat tempo berjalan untuk mencegah cedera yang lebih parah.
  • Setelah sampai di pos pendakian, bisa di kompres pakai es batu untuk mempercepat penyembuhan. Tapi ingat, jangan gunakan es langsung pada kulit karena dapat menyebabkan radang dingin. Bungkus dengan plastik atau kain.


2. Nyeri Pundak dan Punggung 
Cedera yang satu ini sering terjadi akibat membawa beban yang berat. Bisa juga karena kualitas tas yang memprihatinkan.

Pencegahan:
  • Sesekali ketika beristirahat, lepas tas supaya beban di pundak tidak menumpuk. 
  • Pilih tas yang berkualitas karena sangat berpengaruh terhadap kenyamanan. Berikut ini tips memilih tas gunung
Penanganan:
  • Istirahatlah dulu selama beberapa menit. Jangan memaksakan diri.
  • Jika beban di dalam tas terasa tidak seimbang, berhentilah untuk menata ulang barang-barang di dalam tas sampai imbang di kedua sisinya. Oleh sebab itu, cara packing tas perlu diperhatikan. Untuk tips packing tas gunung yang tepat dan efisien, baca disini.
  • Apabila tas sudah seimbang tapi masih terasa sakit di pundak, bisa jadi karena bantalan pundaknya kurang empuk. Longgarkan tali strap di bagian pundaknya. Jangan terlalu ketat. Tumpuan utama bobot tas ditopang oleh sabuk pinggang, bukan pada pundak. Ini prinsip dasar yang seringkali tidak dipahami oleh pendaki gunung.


3. Kaki Melepuh 
Meski kedengaran sepele, cedera ini sangat merepotkan. Kaki melepuh terjadi akibat pemakaian sepatu. Jika tidak segera ditangani maka akan semakin parah dan sangat mengganggu kenyamanan pendakian. Pada bagian kaki yang melepuh biasanya terjadi gumpalan. Gumpalan itu berupa kulit yang dalamnya berair. Mirip seperti fase awal luka bakar. Klik disini untuk melihat contoh lukanya.

Pencegahan:
  • Pilih sepatu gunung yang berkualitas. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih sepatu. Apa saja itu? untuk lebih lengkapnya simak artikel berikut ini.
  • Jika pakai sepatu baru, hendaknya tidak langsung dipakai mendaki gunung. Pakailah dulu untuk kegiatan sehari-hari supaya bagian dalamnya mengembang dan menyesuaikan bentuk kaki.
  • Hindari kaos kaki yang berbahan katun karena menyerap kelembapan. Kaki yang lembab akan mudah melepuh. Pilih yang berbahan sintetis seperti polyester, lycra, elastane, polyamide, nilon, atau wool.
  • Beri plester pada bagian yang sering melepuh sebelum memulai trekking. Bagian tersebut antara lain: jempol kaki, kelingking, dan tumit. 
  • Bersihkan kaki sebelum memakai sepatu.
  • Ganti kaos kaki apabila basah.
Penanganan:
  • Tempelkan plester pada bagian yang lecet. Jika tidak membawa plester, bisa memakai tisu.
  • Kurangi bertumpu pada bagian kaki yang lecet agar tidak bertambah parah.
  • Setelah sampai di pos pendakian, segera cuci kaki dan keluarkan air pada bagian kaki yang melepuh. Caranya dengan menggunakan jarum atau peniti. Bersihkan dulu supaya steril. Bisa dengan menggunakan alkohol atau dibakar dengan korek api. Cukup tusuk sekali saja. Bagian kulit luarnya jangan dikupas untuk melindungi kulit bagian dalam. Jika dikupas maka akan terasa perih jika disentuh dan akan lama sembuhnya.


4. Luka Lecet 
Terjadi akibat terkena semak berduri atau bebatuan. Bisa juga karena terjatuh atau terpeleset. Meski tergolong cedera ringan, jangan sekali-kali meremehkan. Jika tidak ditangani secara tepat akan dapat menyebabkan infeksi.

Pencegahan:
  • Pakai celana panjang dan baselayer lengan panjang untuk melindungi kulit supaya tidak langsung mengenai duri atau bebatuan.
Penanganan:
  • Jika ada sumber air, bersihkan lukanya terlebih dahulu lalu teteskan obat antiseptic pada bagian yang lecet. Jika tidak ada sumber air, bisa menggunakan tisu. Tempelkan plester apabila luka lecetnya cukup lebar.


5. Luka Bakar 
Sering terjadi di kulit wajah, terutama pipi dan hidung, akibat terkena sinar matahari dalam waktu lama. Kadang kita baru sadar ketika sudah sampai di rumah. Gejalanya diawali dengan kemerahan di sekitar kulit wajah. Lalu menjadi perih dan lama kelamaan kulit seperti mengelupas. Jika sudah demikian akan meninggalkan bekas yang lama hilangnya sehingga bikin enggak pede.

Pencegahan:
  • Pakailah topi untuk melindungi wajah dari paparan sinar matahari.
  • Oleskan krim sunblock di wajah, leher, dan telapak tangan pada pagi hari sebelum trekking. Oleskan lagi di siang hari apabila dirasa perlu.
Penanganan:
  • Jangan sering menyentuh wajah untuk mencegah agar tidak bertambah parah akibat terkena infeksi. Terlebih lagi tangan yang kotor.
  • Sesampainya di rumah, cuci wajah dengan air hangat. Jangan gunakan sabun muka untuk beberapa hari karena akan terasa perih.
  • Setelah kulit mengering, gunakan pelembab untuk mempercepat regenerasi sel kulit mati. Bisa juga menggunakan masker wajah. Pilih yang terbuat dari bahan alami.
  • Jika dalam seminggu tak kunjung membaik, konsultasikan dengan dokter kulit.


Itulah berbagai macam cedera yang sering dialami saat mendaki gunung. Ingat, lebih baik mencegah daripada mengobati. Jangan terlalu memaksakan diri. Makan, minum, dan istirahat-lah yang cukup. Tubuh membutuhkan cairan dan nutrisi supaya tidak dehidrasi. Dehidrasi dapat menyebabkan kurang fokus sehingga memperbesar risiko cedera.