Langsung ke konten utama

5 Larangan Saat Mendaki Gunung

Larangan Saat Mendaki Gunung

Mendaki gunung ada aturannya. Aturan tersebut ada yang tertulis dan ada yang tidak. Pendaki yang bijak akan selalu mematuhi aturan tersebut tanpa terkecuali. Tujuan utama dibuatnya peraturan ialah demi keselamatan dan untuk menjaga kelestarian alam. Selain larangan, ada etika yang harus diperhatikan. Untuk etika mendaki gunung bisa anda baca disini. Berikut ini beberapa larangan saat mendaki gunung yang perlu diperhatikan.

1. Tidak izin di pos pendakian
Langsung naik tanpa izin bukanlah hal yang baik. Yang ada justru malah berbahaya. Kasus yang sering terjadi diantaranya hilang dan tersesat di gunung. Pentingnya izin di pos pendakian ialah untuk memudahkan identifikasi bila nantinya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kita tidak akan pernah tahu apa yang bakal terjadi di gunung. Pada saat musim hujan terkadang jalur pendakian ditutup akibat badai dan rawan longsor. Patuhi larangan tersebut. Jangan nekat naik karena sangat berbahaya.

2. Mengusik hewan dan tumbuhan
Tak jarang saat kita mendaki gunung bakal menjumpai hewan liar seperti musang, monyet, dan anjing hutan. Habitat satwa liar semakin terancam, oleh karena itu jangan mengusiknya. Hal yang sama juga berlaku pada tumbuhan. Seringkali pendaki memetik edelweiss untuk dibawa pulang. Itu merupakan contoh yang buruk. Jika ingin membuat api unggun, kumpulkan ranting-ranting yang sudah jatuh di tanah. Jangan memotong dari pohon yang masih hidup. Pastikan nyala apinya sudah padam secara sempurna. Jangan dibiarkan semalaman karena jika terkena angin kencang bakal cepat meluas kobaran apinya. Inilah yang sering menyebabkan kebakaran hutan.

3. Vandalisme
Definisi vandalisme menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah perbuatan merusak dan menghancurkan hasil karya seni dan barang berharga lainnya, termasuk keindahan alam. Contohnya seperti mencorat-coret plakat, bebatuan, dan dinding kayu di pos pendakian. Tak perlu menulis nama atau komunitas anda jika pernah berada disana. Pakai foto saja sudah cukup. Sayangnya banyak yang belum sadar. Semoga kita bukan tergolong pendaki yang demikian.

4. Tidak menjaga ketertiban
Semakin hari kelakuan pendaki semakin aneh-aneh. Banyak tingkah polah yang terkadang menjengkelkan. Saya sering menjumpai pendaki yang mengeraskan musik pakai speaker. Dengerin musik sih boleh. Gak ada yang ngelarang. Tapi hendaknya tetap menjaga ketertiban umum. Tidak perlu dengan volume keras-keras. Apalagi ngobrol dan bersenda-gurau sampai tertawa cekikikan. Hal itu sangat mengganggu terutama saat malam hari.

5. Buang sampah sembarangan
Larangan terakhir dan gak kalah penting yakni jangan membuang sampah sembarangan. Sediakan plastik berukuran besar buat tempat sampah. Ingat, sampahnya dibawa turun. Lebih baik lagi jika kita memungut sampah yang ada di sepanjang jalur pendakian. Dengan demikian kita turut berkontribusi dalam menjaga keasrian alam.

Itulah lima larangan saat mendaki gunung yang perlu diketahui. Jika selama ini anda masih sering melanggar aturan di atas, berubahlah dari sekarang. Tidak ada kata terlambat. Karena kelestarian alam adalah tanggung jawab kita bersama. Kalau bukan kita terus siapa lagi yang merawatnya.