Langsung ke konten utama

Tips Memilih Tenda Untuk Mendaki Gunung

Tips Memilih Tenda Untuk Mendaki Gunung

Ada berbagai macam tenda yang dijual di pasaran sehingga sangat penting untuk memilih tenda yang tepat sesuai kebutuhan. Karena bagaimanapun juga tenda ialah rumah kita ketika mendaki gunung. Artikel ini akan menjelaskan tentang berbagai macam jenis tenda dan tips bagaimana memilihnya sesuai dengan kebutuhan. Menurut jenisnya, tenda dapat dibedakan dari kapasitas, konstruksi, serta season-nya.

Konstruksi 
Menurut konstruksinya, tenda dibagi menjadi 2 jenis yaitu:
  • Double wall: Tenda yang terdiri dari dua bagian utama. Body dan rainfly. Jenis inilah yang paling banyak beredar di pasaran. Jika membicarakan tenda gunung, umumnya akan merujuk ke tenda jenis ini. Bagian body dan rainfly terpisah sehingga memungkinkan adanya sirkulasi udara dan mencegah kondensasi. Kelebihan tenda ini yaitu lebih serbaguna karena bisa disesuaikan dengan kondisi cuaca. Jika cuaca sedang cerah dan ingin tiduran sambil melihat langit yang bertabur bintang, tinggal melepas bagian rainfly-nya. Tapi awas masuk angin. Untuk lebih jelasnya lihat gambar disini.
  • Single wall: Tenda yang bagian body dan rainfly-nya jadi satu. Sedangkan untuk frame-nya bisa menggunakan trekking pole. Bobotnya ringan dan packingnya kecil sehingga sangat cocok buat ultralight hiking. Kelemahannya ialah sering timbul kondensasi dari dalam tenda karena tidak ada jarak antara body dan rainfly-nya. Tenda jenis ini rentan terkena terpaan angin karena konstruksinya yang ringkih. Meski demikian, dengan makin ngetrend-nya ultralight hiking, tenda jenis ini mulai dilirik pendaki. Contoh tenda jenis ini bisa dilihat disini.

Kapasitas 
Dari segi kapasitas, tenda dapat dibedakan mulai dari yang 1-person hingga 4-person. Penamaan seri tenda umumnya juga dilampirkan kapasitasnya. Semisal: Hilleberg Enan 1Vaude Hogan 2Naturehike Cloud UP 3, dan Lafuma Summertime 4. Nomor di belakang seri merujuk pada kapasitas tenda. Perlu diingat bahwa patokan ukuran tiap-tiap prudusen tenda tidaklah sama persis. Dari pengalaman saya, tenda 3-person bikinan luar sedikit lebih besar jika dibandingkan dengan yang bikinan lokal seperti Eiger, Consina, atau Rei. Bahkan tenda 3-person nya luar masih muat diisi 4 orang asalkan enggak gemuk-gemuk. Untuk ilustrasinya lihat gambar disini. Selain itu, ada juga tenda untuk gathering yang bisa muat 7 hingga 10 orang. Bahkan lebih. Tapi masak iya mau bawa tenda ini ke gunung?

Tips Memilih Tenda Untuk Mendaki Gunung Serta Macam-macamnya
Tenda Consina Breakout 10. Tenda raksasa yang bisa muat satu kelurahan. Foto diambil dari sini.

Season 
Menurut season atau musimnya, tenda dibagi menjadi 3 jenis yaitu: 2-season, 3-season, dan 4-season. Umumnya semakin tinggi season-nya maka semakin mahal harganya. Bobot tenda pun lebih berat karena lebih tebal bahannya. Frame yang digunakan juga lebih banyak sehingga lebih kokoh.
  • 2-Season: Tenda untuk dua musim. Istilah lainnya ialah summer tent. Di Eropa sono tenda ini dipakai untuk musim panas karena kainnya yang agak tipis sehingga tidak pengap ketika digunakan. Untuk dipakai di gunung-gunung Indonesia yang beriklim tropis, tenda jenis ini masih cocok meski kurang disarankan karena konstruksinya tidak sekokoh yang 3-season. Akan sangat rawan terkena badai atau angin kencang bila tidak dipasak dengan benar. Tenda ini juga cocok dipakai berkemah di pantai. Lihat contohnya disini.
  • 3-Season: Tenda jenis ini merupakan upgrade dari tenda 2-season. Kainnya lebih tebal dan konstruksinya lebih kokoh. Tenda jenis ini biasa dipakai di daerah bersuhu dingin karena kainnya lebih tebal. Desain tenda dibuat agak rendah supaya lebih tahan jika diterpa angin kencang. Tenda jenis ini sangat direkomendasikan untuk dipakai di gunung-gunung Indonesia guna menjamin supaya tidur bisa nyenyak. Lihat contohnya disini.
  • 4-Season: Jagoan dari segala tenda. Bahan kainnya tebal dan memiliki banyak frame guna memperkokoh konstruksi tenda. Otomatis bobotnya jadi lebih berat. Desainnya dirancang seperti terowongan untuk meminimalisir menumpuknya salju. Tenda jenis ini biasa dipakai di gunung bersalju dengan cuaca ekstrem seperti di Pegunungan Himalaya. Tenda jenis ini tidak cocok dipakai di Indonesia karena terlalu mubazir dan tidak efisien. Lihat contohnya disini.

Tips Memilih Tenda
  1. Tentukan kapasitasnya. Anda ingin membeli tenda untuk berapa orang? mau dipakai sendiri atau untuk berkelompok. Jika ragu sebaiknya pilih tenda 3-person atau 4-person karena lebih luas. Anda pun bisa leluasa menyimpan barang di dalam tenda. 
  2. Soal konstruksi, tenda tipe double wall merupakan opsi terbaik. Pastikan anda sudah bisa merakitnya sebelum dibawa mendaki gunung. Tenda single-wall memang praktis pemasangannya namun kurang bersahabat bagi pendaki pemula.
  3. Perhatikan berat keseluruhan tenda. Frame tenda merupakan penyumbang bobot terbesar. Sekarang sudah banyak tenda ultralight. Meski lebih mahal daripada tenda biasa, tenda ini bobotnya lebih ringan karena frame dan pasak-pasaknya terbuat dari bahan alloy atau titanium. Bahan ini dikenal lebih ringan serta lebih kuat dari besi biasa. Jika ada budget berlebih, pilihlah tenda ultralight.
  4. Lihat spesifikasi bahan kain yang digunakan. Semakin tinggi nilai polyurethane (PU)-nya, maka akan semakin tebal dan semakin waterproof pula bahannya. Tenda yang baik memiliki PU antara 1500 - 4000 milimeter.
  5. Perhatikan pula fitur-fiturnya seperti teras tenda atau vestibule, ventilasi udara, serta jumlah pintunya. Cek apakah risleting tenda bisa di buka-tutup dengan halus.
  6. Pilih tenda dengan desain yang agak rendah supaya tidak gampang goyah ketika diterpa angin. Tenda dengan konstruksi meninggi kurang cocok jika dipakai di cuaca berangin.
  7. Kadang jika membeli tenda disertakan footprint-nya. Jika enggak, tak perlu khawatir karena footprint banyak dijual terpisah. Tips memilih footprint atau alas tenda bisa anda baca disini.

Itulah macam-macam tenda beserta tips memilihnya. Untuk tips mendirikan tenda di gunung bisa anda baca disini. Tenda merupakan rumah kita saat berpetualang di alam bebas. Pastikan jangan salah pilih biar pendakian terasa aman dan nyaman.