Langsung ke konten utama

Tips Memilih Sepatu Gunung

Tips Memilih Sepatu Gunung

Memilih sepatu gunung mirip seperti memilih pasangan hidup. Gampang-gampang susah. Terkadang malah lebih banyak susahnya. Jika sudah nemuin yang pas, bakal dipakai terus sampai rusak atau bosan. Sepatu yang pas akan membuat pendakian terasa nyaman. Begitu juga sebaliknya. Salah memilih sepatu bisa menyebabkan pensiun dini dari dunia pendakian karena kapok naik gunung lagi. Bahkan tak jarang mengakibatkan cidera serius hingga berakibat fatal.

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan ialah cara merawat dan mencuci sepatu gunung supaya awet dan perfomanya tetap terjaga. Tips tersebut bisa anda baca disini.


Fungsi dan kegunaan sepatu gunung:
  1. Memberikan daya cengkeram / grip yang baik ke permukaan tanah agar tidak mudah selip
  2. Melindungi kaki dari benturan dan gigitan binatang
  3. Mengurangi risiko cidera pada pergelangan kaki
  4. Menjaga kaki agar bersih dan tetap kering
Setelah tahu manfaat dan kegunaan sepatu gunung di atas, pendaki yang bijak tidak akan lagi memakai sandal gunung karena sangat berisiko. Kok bisa? baca ulasannya disini.


Bahan sepatu gunung
  • Kulit: Bahan ini terkenal sangat awet dan tahan banting. Selain itu juga water-resistant. Sepatu jenis ini biasanya dipakai untuk trekking jarak jauh atau ekspedisi yang membutuhkan waktu hingga berhari-hari. Medan yang cocok untuk sepatu ini yakni di hutan belantara dan rawa-rawa. Kekurangannya ialah bobotnya yang berat dan breathabilitasnya buruk. Jadi bakal cepat terasa gerah waktu dipakai di siang hari yang panas. Sepatu ini juga lama keringnya apabila basah. Oleh sebab itu kurang cocok jika dipakai di saat musim hujan.
  • Semi-kulit: Bahan ini terbuat dari campuran antara kulit dan nilon. Bobot sepatu ini cukup ringan dan memiliki breathabilitas yang lumayan baik. Namun soal ketahanan dan waterproofing tidak sekuat yang berbahan full kulit. Sepatu ini bisa dipakai di segala cuaca, baik di musim hujan maupun kemarau. Harganya pun cukup terjangkau.
  • Nubuck: Terbuat dari kulit lunak yang telah diproses sehingga tampak lebih halus seperti beludru. Bahan ini terkenal awet dan memiliki waterproofing yang baik. Kelebihan lain dari bahan ini yakni mudah lentur sehingga sangat nyaman di kaki. Kekurangannya yaitu harganya yang lebih mahal bila dibandingkan dengan kedua bahan di atas.
  • Sintetis: Biasanya terbuat dari bahan polyester dan nilon. Bisa juga terbuat dari kulit sintetis. Bahan ini sangat ringan dan cepat keringnya apabila basah. Selain itu, bahan ini juga bisa ditambahkan membran waterproof-breathable seperti Gore-Tex atau SympaTex. Kekurangannya yaitu tidak sekuat yang berbahan kulit karena banyak terdapat jahitan dan perekatan menggunakan lem. Harganya juga bervariasi. Ada yang murah dan ada pula yang mahal. Jika sepatu tersebut memakai membran waterproof biasanya lebih mahal daripada yang non-membran.
  • Insulated: Sepatu gunung ini memiliki insulasi tambahan dan biasanya dipakai di daerah yang bersuhu dingan dan bersalju. Tipe ini jelas tidak cocok dipakai di Indonesia yang beriklim tropis.

Tips Memilih Sepatu Gunung
Kiri: sepatu berbahan kulit, Asolo Scalefell.
Tengah: sepatu berbahan semi-kulit, Timberland Excave Pro.

Kanan: sepatu berbahan nubuck, Karrimor Mendip.

Tips Memilih Sepatu Gunung
Kiri: sepatu berbahan sintetis Salomon 4D GTX
Kanan: sepatu insulated La Sportiva Frost GTX

Kedua sepatu tersebut memakai membran Gore-Tex.


Selain bahannya, sepatu gunung juga dibedakan menjadi 2 macam. Yakni tipe low dan mid.
  • Low: Memiliki bantalan tumit yang rendah. Meski tidak se-safety yang model mid, sepatu model ini sangat ringan. Cocok dipakai di gunung yang tidak terlalu jauh trek-nya atau sekedar untuk trail running.
  • Mid: Sepatu dengan bantalan tumit yang tinggi. Berguna untuk melindungi pergelangan kaki supaya tidak mudah terkilir. Sepatu tipe ini cocok dipakai di gunung yang memiliki trek panjang karena lebih mampu memberikan proteksi yang baik terhadap kaki.
Tips Memilih Sepatu Gunung


Tips memilih sepatu gunung
  1. Pertimbangkan untuk memilih ukuran di atas size yang biasa dipakai. Jangan terlalu ngepas. Kalau beli langsung di toko, jangan lupa bawa kaos kaki biar lebih pas. Cobalah dipakai sambil jalan, naik dan turun tangga. Pastikan sudah tahu ukuran sepatunya jika membeli lewat online. Sisakan sedikit jarak antara jari kaki dan bagian depan sepatu.
  2. Sepatu gunung yang baru akan terasa sedikit sesak ketika digunakan. Ini hal yang wajar. Maka dari itu sering-seringlah memakainya. Kalau belum sempat naik gunung bisa dipakai buat kegiatan sehari-hari. Dengan begitu kaki akan semakin terbiasa dan sepatu tak lagi terasa sesak karena lekuk di bagian dalam sepatu akan terbentuk sesuai kontur kaki. Proses ini disebut dengan break-in. Jadi, sepatu yang baru beli jangan langsung dipakai mendaki. Ini hal sepele yang seringkali diabaikan pendaki.
  3. Pilih yang waterproof-breathable supaya kaki tetap kering dari hujan dan kubangan air. Meski bukan rahasia umum lagi kalau sepatu Gore-Tex pun bakal tembus juga lama-lama kalau diguyur hujan deras. Setidaknya sepatu yang waterproof-breathable akan menjamin kaki agar tetap kering lebih lama. Jangan lupa pakai gaiter untuk mencegah masuknya air, pasir, dan kerikil ke dalam sepatu.
  4. Sesuaikan dengan aktivitas. Kalau untuk trail running atau ultralight-hiking model low merupakan pilihan terbaik karena ringan dan praktis.
  5. Pilih yang sol-nya Vibram karena lebih awet dan mampu memberi grip yang lebih baik terhadap permukaan tanah. Bagi yang belum tahu apa itu Vibram silahkan baca disini.

Dari pengalaman pribadi, terkadang butuh beberapa kali beli sepatu agar bisa nemuin yang pas. Semua faktor saling mempengaruhi. Baik soal merek, desain, bahan, fitur, dan juga harga. Soal selera pun juga demikian. Belum tentu sepatu rekomendasi dari teman bisa cocok di kaki anda. Tidak ada rumus pasti. Jika sepatu anda sudah pas di kaki, nyaman, dan gak bikin lecet saat dipakai naik gunung, maka selamat! berarti anda sudah menemukan jodoh anda.