Langsung ke konten utama

Tips Memilih Sepatu Gunung

Tips Memilih Sepatu Gunung

Memilih sepatu gunung hampir mirip seperti memilih pasangan hidup. Gampang-gampang susah. Jika sudah nemuin yang pas, bakal dipakai terus sampai hilang atau rusak.

Sepatu yang pas membuat pendakian terasa nyaman. Begitu juga sebaliknya. Salah memilih sepatu bisa menyebabkan kaki lecet. Bahkan tak jarang mengakibatkan cidera serius hingga berujung fatal.

Memilih sepatu yang pas dan nyaman saja tidak cukup. Diperlukan perawatan khusus agar bisa awet dan tetap dalam kondisi prima. Maka dari itu, perlu diperhatikan cara merawat dan mencuci sepatu gunung yang benar. Tips tersebut bisa anda baca disini.


Fungsi dan kegunaan sepatu gunung:
  1. Memberikan daya cengkeram yang baik ke permukaan tanah agar tidak mudah selip.
  2. Melindungi kaki dari benturan dan gigitan binatang.
  3. Mengurangi risiko cidera pada pergelangan kaki.
  4. Membantu menopang dan meredam berat tubuh serta bobot barang bawaan.
  5. Memberi insulasi pada kaki sehingga meminimalisir risiko hypothermia.
  6. Menjaga kaki agar tetap bersih dan kering.

Setelah tahu manfaat dan kegunaan sepatu gunung di atas, pendaki yang bijak tidak akan memakai sandal karena sangat berisiko. Kok bisa? simak ulasannya disini.


Bahan sepatu gunung
Menurut bahannya, sepatu gunung dapat dibedakan menjadi lima macam.
  • Kulit: Bahan ini terkenal sangat awet dan tahan banting. Selain itu juga memiliki sifat alami tahan air alias water-resistant. Sepatu jenis ini biasanya dipakai untuk trekking jarak jauh atau ekspedisi yang membutuhkan waktu hingga berhari-hari. Medan yang cocok untuk sepatu ini yakni di hutan belantara dan rawa-rawa. Kekurangannya ialah bobotnya yang berat dan breathabilitasnya buruk. Jadi bakal cepat gerah kalau dipakai di siang hari yang panas. Sepatu ini juga lama keringnya apabila basah. Oleh sebab itu kurang cocok jika dipakai saat musim hujan. Sepatu dengan bahan ini tidak boleh dijemur di bawah terik matahari karena akan membuat kaku. Jika terlalu sering dijemur akan akan retak-retak dan mengelupas.
  • Semi-kulit: Terbuat dari campuran antara kulit dan nilon. Bobot sepatu ini cukup ringan dan memiliki breathabilitas yang lebih baik daripada yang berbahan kulit. Namun soal ketahanan dan waterproofing tidak sekuat yang berbahan kulit. Sepatu ini bisa dipakai di segala cuaca, baik di musim hujan maupun kemarau. Harganya pun cukup terjangkau.
  • Nubuck: Terbuat dari kulit lunak yang telah diproses sehingga tampak lebih halus seperti beludru. Bahan ini terkenal awet dan memiliki waterproofing yang baik. Kelebihan lain dari bahan ini yakni mudah lentur sehingga sangat nyaman di kaki. Kekurangannya yaitu harganya yang lebih mahal bila dibandingkan dengan kedua bahan di atas.
  • Sintetis: Biasanya terbuat dari bahan polyester dan nilon. Bisa juga terbuat dari kulit sintetis. Bahan ini sangat ringan, cepat keringnya apabila basah, serta memiliki breathabilitas yang paling baik jika dibandingkan dengan bahan-bahan lainnya. Kekurangannya yaitu tidak sekuat yang berbahan kulit karena banyak terdapat jahitan dan perekatan menggunakan lem. Harganya pun bervariasi. Ada yang murah dan ada pula yang mahal.
  • Insulated: Sepatu ini memiliki lapisan insulasi tambahan di bagian dalam (inner)-nya dan biasa dipakai di daerah yang bersuhu dingan dan bersalju. Tipe ini jelas tidak cocok dipakai di Indonesia yang beriklim tropis karena cepat membuat kaki gerah. Merupakan tipe yang paling mahal.

Tips Memilih Sepatu Gunung
Kiri: sepatu berbahan kulit, Asolo Scalefell.
Tengah: sepatu berbahan semi-kulit, Timberland Excave Pro.

Kanan: sepatu berbahan nubuck, Karrimor Mendip.

Tips Memilih Sepatu Gunung
Kiri: sepatu berbahan sintetis Salomon 4D GTX
Kanan: sepatu insulated La Sportiva Frost GTX

Kedua sepatu tersebut memakai membran Gore-Tex.


Selain bahannya, panjang bantalan tumitnya dibedakan menjadi dua macam. 
  • Low: Memiliki bantalan tumit yang rendah. Meski tidak se-safety yang model mid, sepatu model ini sangat ringan. Cocok dipakai di gunung yang tidak terlalu jauh trek-nya atau sekedar untuk trail running.
  • Mid: Sepatu dengan bantalan tumit yang tinggi. Berguna untuk melindungi pergelangan kaki supaya tidak mudah terkilir. Sepatu tipe ini cocok dipakai di gunung yang memiliki trek panjang karena lebih mampu memberikan proteksi yang baik terhadap pergelangan (engkel) kaki.
Tips Memilih Sepatu Gunung
Atas: perbandingan sepatu model low dan mid.
Bawah: anatomi sepatu gunung.



Bagian-bagian sepatu gunung
  • Upper: Bagian paling luar sepatu, mulai dari atas midsole hingga ujung sepatu. Seperti yang sudah dibahas di atas, bahan upper terdiri dari lima macam yaitu: kulit, semi-kulit, nubuck, dan sintetis. 
  • Inner: Bagian dalam sepatu, tidak tampak dari luar. Berfungsi sebagai bantalan untuk meredam pergerakan kaki di dalam sepatu. Di dalam inner juga biasa diberi membran tambahan seperti Gore-Tex atau Sympatex yang berfungsi untuk mencegah masuknya air dari luar namun masih memungkinkan kulit untuk bernafas sehingga tidak cepat gerah. Membran ini disebut dengan waterproof-breathable membrane. Umumnya sepatu yang ada membran waterproofing-nya lebih mahal dari yang non-waterproof.
  • Insole: Berfungsi sebagai bantalan pada telapak kaki sehingga tidak langsung bersentuhan dengan bagian sole sepatu yang keras / kasar. Insole yang baik haruslah empuk dan pas di telapak kaki. Bagian ini dapat dilepas dan diganti apabila hilang. Klik disini untuk melihat contoh insole.
  • Midsole: Terletak di antara upper dan outsole. Berfungsi untuk merekatkan outsole ke bagian upper dan sekaligus sebagai peredam antara bagian bawah sepatu dengan telapak kaki, terutama di permukaan tanah yang keras sehingga kaki tetap nyaman.
  • Outsole: Bagian paling bawah dari sepatu. Biasa disebut dengan sol saja. Berfungsi untuk memberi daya cengkeram ke permukaan tanah. Outsole yang baik memiliki pola anyaman yang cukup dalam sehingga tidak gampang selip. Selain itu juga harus fleksibel dan tidak kaku supaya mampu mengikuti lekuk kaki.
  • Toe bumper: Berfungsi untuk melindungi bagian depan sepatu dari benturan. Seperti kerikil, batu-batuan, akar, dan ranting tanaman. Biasa terbuat dari bahan plastik yang keras.



Tips memilih sepatu gunung
  1. Pertimbangkan untuk memilih ukuran di atas biasanya. Lebihi satu nomor dari size yang biasa dipakai. Jangan terlalu ngepas. Kalau beli langsung di toko, jangan lupa bawa kaos kaki biar lebih pas. Cobalah dipakai sambil jalan, naik dan turun tangga. Sisakan sedikit jarak antara jari kaki dan bagian depan supaya tidak lecet jika dipakai trekking.
  2. Sepatu gunung yang baru akan terasa sesak ketika pertama kali dipakai. Ini hal yang wajar. Sering-seringlah memakainya buat kegiatan sehari-hari supaya lekuk bagian dalamnya terbentuk sesuai kontur kaki. Proses ini disebut dengan break-in. Jadi, sepatu yang baru beli jangan langsung dipakai mendaki. Ini hal sepele yang seringkali diabaikan pendaki.
  3. Pilih sepatu yang waterproof supaya kaki tetap kering dari hujan gerimis dan kubangan air. Perlu diingat bahwa tidak ada sepatu yang benar-benar 100% waterproof. Meski memakai membran Gore-Tex sekalipun bakal tembus juga kalau diguyur hujan deras lama-lama. Jangan lupa pakai gaiter untuk mencegah masuknya air, pasir, dan kerikil ke dalam sepatu.
  4. Sesuaikan dengan aktivitas. Kalau untuk trail running model low merupakan pilihan terbaik karena lebih fleksibel sehingga pergelangan kaki bisa leluasa bergerak. Sedangkan untuk hiking sendiri lebih direkomendasikan yang model mid untuk melindungi engkel dari cedera.
  5. Pilih yang bobotnya ringan agar tidak gampang capek saat dipakai trekking. Hati-hati! sepatu gunung beda dengan sepatu safety yang mana banyak besi pengamannya sehingga bobotnya berat. Jangan salah pilih karena sepintas keduanya sangat mirip. 
  6. Sol sepatu berperan penting guna memberikan daya cengkeram ke tanah. Perhatikan pola gerigi di solnya. Pilih yang tampak mengembang dan kasar supaya tidak mudah selip. Sol-nya juga harus semi-elastis, tidak terlalu kaku dan tidak terlalu lentur supaya bisa mengikuti lekuk telapak kaki.
  7. Jika ada budget berlebih, pilih yang sol-nya Vibram karena lebih awet dan mampu memberi grip yang lebih baik. Bagi yang belum tahu apa itu Vibram, silakan baca disini.
  8. Jangan terpaku pada merk. Belum tentu merk luar yang harganya jutaan lebih baik dari yang merk lokal. Saya sendiri pernah mencoba berbagai merk sepatu, baik yang lokal maupun luar. Terkadang sepatu lokal yang harganya murah terasa lebih nyaman dan lebih awet daripada yang merk luar. Ingat! kualitas tak selalu identik dengan merk dan harga.
  9. Bertanyalah pada orang yang sudah berpengalaman dan baca reviewnya di forum-forum outdoor. Lihat pula reviewnya di YouTube jika ada. Pelajari dengan seksama. Saran dan review tersebut bisa dijadikan patokan sekaligus sebagai pembanding sebelum anda membeli sepatu.


Tips tambahan
Dari pengalaman pribadi, terkadang butuh beberapa kali beli sepatu agar bisa nemuin yang pas. Semua faktor saling memengaruhi. Baik soal merk, performa, desain, bahan, fitur, dan juga harga. Soal selera pun juga demikian. Belum tentu sepatu rekomendasi dari teman bisa cocok di kaki anda. Tidak ada rumus pasti. Jika sepatu anda sudah pas di kaki, nyaman, dan gak bikin lecet saat dipakai naik gunung, maka selamat! berarti anda sudah menemukan jodoh anda.