Langsung ke konten utama

Review Sleeping Bag Eiger Mummy

Review Sleeping Bag Eiger Mummy 02 B029
Sleeping Bag Eiger Mummy 02 (kode seri: B029). Yang kiri masih memakai logo lama dan yang kanan sudah pakai logo baru (bikinan 2014 ke atas).

Review alat gunung kali ini ialah sleeping bag Eiger Mummy 02 B029. Ini sleeping bag kedua yang pernah saya beli setelah sleeping bag lokal bikinan home industri seharga seratus ribuan. Maklum, masih newbie jadi asal pilih aja yang penting murah. Ternyata sleeping bag murahan kualitasnya sangat memprihatinkan. Hawa dingin masih tembus. Setelah saya pakai mendaki 3 kali, akhirnya saya jual. Sebagai gantinya saya beli sleeping bag ini. Berikut review lengkapnya.


Info pembelian
Sleeping bag ini saya beli di Eiger Store Manyar, Surabaya bulan Agustus 2013 seharga Rp350.000. Waktu itu Eiger masih pakai logo lama. Setelah Eiger ganti logo pada Januari 2014 lalu, mereka masih memproduksi seri ini. Hanya beda di logonya saja. Lihat foto di atas. Untuk spesifikasi dan bahannya masih tetap sama. Gak tahu lagi kalau sekarang harganya berapa. Terakhir saya cek sih naik jadi Rp385.000.


Alasan beli sleeping bag ini
Saat itu sebenarnya lagi ada budget berlebih. Sayang kalau hanya buat beli sleeping bag aja. Sisanya mau saya belikan jaket dan peralatan lainnya. Demi menghemat pengeluaran, saya cari yang bikinan lokal. Sempat melirik Consina Extreme Comfort Lite karena bahannya bulu angsa. Sayang harganya mahal, Rp950.000. Dengan harga segitu sudah bisa dapat merk luar semacam Columbia Light Peak, Deuter DreamLite, Snugpak Travelpak atau NatureHike ML150. Tanggung banget dan saya masih ragu kualitasnya. Ditambah lagi modelnya masih rectangular alias masih kotak biasa, mirip tikar. Saya lebih sreg yang tipe mumi karena pas di bagian kaki sehingga lebih hangat. Hal ini dikarenakan daerah kaki rawan terkena hawa dingin alias cold spot. Sempat cari-cari juga ke Eiger Store sleeping bag tipe Esplanade karena teman saya pakai ini dan katanya rekomended banget. Semua Eiger Store di Surabaya sudah saya samperin satu-persatu gak ada yang jual seri ini. Maklum sudah tidak diproduksi lagi. Katanya sih bisa pesan dulu, harganya Rp725.000. Padahal teman saya dulu belinya cuma Rp550.000. Memang Eiger ini sering seenaknya naikin harga. Akhirnya dengan terpaksa saya beli yang seri Mummy 02.


Riwayat pemakaian
Pertama kali saya pakai di Gunung Argopuro. Setelah itu di Panderman, Rinjani, Bromo, dan Kawah Ijen. Akhir 2014, sleeping bag ini dibeli teman saya.


Spesifikasi:
  • Ukuran: 210 x 70 x 50 cm
  • Shell fabric: 68D 190T Poly Tafetta
  • Lining : 68D 190T Poly Tafetta
  • Insulation: Solid core fiber 0,45 kg
  • Zipper: #5 Nylon, Two way
  • Stuff sack: Compression sack, X1+IF0 210D 120T Nylon

Review Sleeping Bag Eiger Mummy 02 B029
Review Sleeping Bag Eiger Mummy 02 B029

Debut sleeping bag ini saya pakai di Gunung Argopuro bulan Agustus 2013. Waktu itu musim kemarau jadi sudah kebayang gimana dinginnya suhu di malam hari. Argopuro memang terkenal sadis. Beruntung saya sudah upgrade, gak kebayang kalau waktu itu masih pakai sleeping bag lokal yang harganya seratus ribuan. Bisa-bisa kena hypothermia lagi seperti pengalaman saya di Semeru. Kami camp di Cikasur. Teman saya ada yang pakai sleeping bag lokal. Katanya sih double polar. Padahal sudah pakai kaos lengan panjang, jaket softshell Rei, sarung tangan, kupluk, dan kaos kaki namun masih saja menggigil kedinginan. Ngeri memang. Suhu udara di malam hari menembus angka -3° Celsius. Dengan suhu sedingin itu, saya masih bisa tidur pulas. Saya tidur pakai sweater Lafuma Polartec dan jaket outer plus ditambah dengan kaos kaki. Camp berikutnya di Cisentor juga masih aman sentosa. Saya tetap bisa tidur nyenyak. Untuk kemampuan insulasinya, menurut saya sleeping bag ini sudah cukup mumpuni buat dipakai di gunung sekelas Semeru, Kerinci, atau Rinjani sekalipun. Tentunya ditambah pakai jaket. Kalau enggak ya mungkin masih akan sedikit kedinginan. Soal berat dan packing-nya juga standar. Kira-kira bobotnya sekitar 900 gram. 


Bahannya terbuat dari sintetis polyester sehingga cukup mudah merawat maupun mencucinya. Beda dengan bulu angsa yang butuh perhatian khusus. Dari segi desain pun juga sudah cukup nyaman. Ukurannya pas buat saya yang bertinggi 174 cm. Tetapi jika tinggi badan anda diatas 185 cm apalagi yang berbadan gemuk, ya bakal terasa sesak. Bagian penutup kepala bisa diatur karena ada pullernya. Jadi bisa dipakai full menutup badan kayak kepompong atau kantong mayat. Sleeping bag ini bukaan risletingnya ada di sebelah kanan. Gak tahu Eiger juga ngluarin yang bukaan kiri atau enggak. Yang jelas di pasaran kebanyakan pakai yang sebelah kanan. Risletingnya lumayan lancar dan selama saya pakai tidak pernah ada masalah. Lapisan kain luarnya (biasa disebut dengan shell) belum water-repellent. Kalau basah air akan merembes ke dalam sehingga harus hati-hati supaya gak ketumpahan air. Packingnya agak gede namun tak perlu kuatir karena kantongnya dilengkapi dengan tali kompresi sehingga bisa diperkecil. Tetapi jangan mengompres sleeping bag terlalu sering karena bisa merusak kualitas filling-nya.


Singkat kata, dengan harga yang tergolong murah sleeping bag ini cukup dapat diandalkan. Selama saya pakai pun belum pernah ada masalah atau keluhan. Packingnya memang agak gede dan kainnya belum water-repellent. Namun dengan harga segini kualitasnya boleh diadu dengan sleeping bag merk luar yang lebih mahal.


Kelebihan:
  • Harganya bersahabat
  • Insulasinya sudah cukup mumpuni
  • Bahan sintetis, mudah perawatannya

Kekurangan:
  • Belum water-repellent
  • Apabila basah agak lama keringnya