Langsung ke konten utama

Review Headset Skullcandy Ando Lenovo

Review Headset Skullcandy Ando bawaan Lenovo K4 Note

Review headset kali ini ialah headset yang di desain khusus untuk smartphone Lenovo. Headset ini dirilis bulan Maret 2016 lalu. Hal yang cukup mengejutkan mengingat sebagian besar smartphone Lenovo tidak disertakan headset di dalam box-nya. Yang lebih mengejutkan lagi yakni kali ini Lenovo menggandeng Skullcandy, salah satu merek headset ternama. Simak review lengkapnya di bawah ini.


Info pembelian
Saya beli headset ini karena iseng mencari headset in-ear dengan kisaran harga di bawah 200 ribuan. Maklum, dompet lagi kering kerontang. Saya browsing di OLX dan nemuin headset ini. Setelah saya browsing ternyata headset ini adalah bawaan Lenovo K4 Note. Saya baca review-review di situs luar juga hasilnya lumayan positif. Di sekitar wilayah Surabaya yang jual kebetulan cuma ada satu seller saja. Harganya jauh di bawah perkiraan saya. Cuma Rp 75.000. Awalnya saya pesimis ini barang asli karena di Lazada harganya Rp 350.000 dan di website resminya 15,00 USD atau sekitar Rp 200.000. Setelah saya bandingkan dengan beberapa video unboxing di YouTube ternyata asli. Singkat kata, saya COD dan penjualnya juga baik hati rela nyamperin ke dekat rumah saya. Jarang ada penjual yang seperti ini. Ketika saya coba buat dengerin musik di HP hasilnya memuaskan. Karena saat itu cuaca mendung dan mau turun hujan, tanpa banyak cakap saya jadi membelinya. Kasihan penjualnya karena rumahnya agak jauh.


Kemasan
Box Headset ini berwarna hitam dengan aksen warna merah yang khas, persis seperti headsetnya. Di dalamnya tidak disertakan earbuds tambahan. Jadi hati-hati jangan sampai hilang karena susah cari penggantinya. Saya coba pakaikan earbuds lain tidak cocok lantaran ukuran diameternya lebih besar. Suatu ketika earbuds ini pernah terlepas saat saya pakai sambil tiduran, akhirnya saya lem pakai Alteco supaya tidak lepas-lepas lagi.

Review Headset Skullcandy Ando bawaan Lenovo K4 Note
Review Headset Skullcandy Ando bawaan Lenovo K4 Note
Review Headset Skullcandy Ando bawaan Lenovo K4 Note


Desain dan material
Sepintas headset ini mirip Skullcandy INK'D 2.0. Jika anda sebelumnya pernah punya Skullcandy INK'D 2.0 dijamin sudah tidak asing lagi. Dari segi warna pun sama. Bedanya hanya di bagian tombolnya ada branding Lenovo. Untuk varian warna hanya ada satu macam saja yakni hitam kombinasi merah. Secara keseluruhan desain dan materialnya cukup bagus, tidak berkesan seperti headset murahan. Kabelnya-pun sudah pakai yang model flat sehingga tidak mudah semrawut. Di bagian samping earbuds-nya ada ukiran logo tengkorak Skullcandy persis seperti seri-seri lainnya. Bagian tombol mic-nya mudah remuk. Belum genap 2 minggu pemakaian sudah harus di-isolasi pakai selotip lantaran tertindih saat saya sedang tidur.

Review Headset Skullcandy Ando bawaan Lenovo K4 Note
Review Headset Skullcandy Ando bawaan Lenovo K4 Note
Branding Lenovo pada bagian belakang tombol mic.


Fitur lainnya
Headset ini hanya memiliki satu tombol saja yang berfungsi untuk menerima dan mengakhiri panggilan telepon. Tombol ini juga bisa untuk play dan pause ketika memutar media, baik musik maupun video. Tekan tombolnya dua kali untuk next lagu berikutnya. Tombol ini cukup responsif dan berfungsi dengan baik di smartphone android. Tidak ada tombol untuk mengatur volume ataupun next / previous seperti headset papan atas pada umumnya. Ini salah satu kekurangannya. Headset ini menggunakan jack standard 3.5 mm. Jadi cocok untuk segala macam ponsel dan perangkat gadget lainnya.


Kualitas suara
Saya memakai headset ini untuk mendengarkan musik dan juga menonton film di HP Xiaomi Redmi Note 2 Prime dan juga di laptop Lenovo saya. Selain itu saya gemar utak-atik ProTools buat me-mixing lagu. File audio yang saya pakai buat nge-test yakni berformat FLAC dan MP3 320kbps. Suara yang dihasilkan keras namun masih kelihatan detailnya, tidak pecah ataupun noise. Saya suka dengan suara mid dan treble-nya yang natural. Bass-nya juga cukup nendang, clean namun terdengar masih natural. Saya suka suara bass yang natural, karena kalau di boost justru akan terdengar tidak natural. Toh fitur bass boost kan sudah ada di software audio player-nya. Kelemahan headset ini yaitu pada frekuensi low yang terkadang seakan tenggelam atau bahkan tidak terdengar sama sekali. Selain itu, apabila diamati lagi seperti terdengar dengungan jika volume suara diatas 85%. Namun hal ini tidak signifikan dan sama sekali tidak mengganggu. Kalau boleh saya bilang, kualitas suara yang dihasilkan hampir mendekati Sennheiser CX-213. Cukup mengejutkan memang, apalagi dengan harga yang jauh di bawahnya. Untuk penggila musik headset ini terbilang lumayan tapi bukan yang terbaik di kelasnya.


Kenyamanan dan daya tahan
Karena tidak disertai earbuds cadangan dengan berbagai ukuran, maka headset ini kurang adaptif. Tidak semua orang bisa nyaman saat memakainya. Kalau untuk saya sendiri sih karena sudah sering pakai headset yang jenis in-ear jadi ya sudah terbiasa. Nyaman dipakai bahkan lebih baik dari headset original bawaan Samsung keluaran terbaru namun belum senyaman Xiaomi Piston 3. Bagi saya, daya tahan suatu headset itu prioritas utama selain harga dan kualitas suara. Selama ini saya belum menemukan headset ideal dengan masa pakai yang lama. Sama halnya dengan headset ini. Awalnya headset mendadak mati di bagian kiri. Sehari kemudian baru mati total. Padahal umur headset masih 2 bulan.


Kesimpulan
Headset Skullcandy Ando memiliki desain yang mencolok dan tidak terkesan norak. Memiliki kualitas suara yang cukup mumpuni. Keras, jernih, namun tetap natural. Yang terpenting lagi, harganya sangat terjangkau. Cocok bagi anda yang ingin punya headset berkualitas dengan budget di bawah seratus ribu. Namun jangan terlalu berharap headset ini bisa awet karena bahannya masih jauh dari sempurna. Saya kembali memesan headset ini di Bukalapak seharga Rp 45.000. Dengan harga semurah ini dan kualitas suara yang boleh diadu, saya pun kepincut beli lagi.


Update: Akhirnya saya beli lagi headset ini di Bukalapak. Kali ini bertahan hampir 6 bulan. Setelah itu, yang sebelah kiri tidak keluar suaranya. Tiap harinya sapa pakai buat nonton film di HP hingga berjam-jam. Selama ini saya belum pernah menemukan headset yang bisa awet lebih dari 6 bulan. Jadi untuk harga semurah ini, bisa bertahan lebih dari 3 bulan saja sudah termasuk luar biasa.