Langsung ke konten utama

Tips Touring Naik Sepeda Motor

Tips Touring Naik Sepeda Motor

Berpetualang naik sepeda motor bersama kawan-kawan memang mengasyikkan. Dulu saya sering touring ke tempat wisata alam yang susah di jangkau kendaraan umum dan roda empat. Kenangan itu tak akan pernah terlupa. Obyek wisata yang biasa saya kunjungi diantaranya air terjun, bukit, pantai dan tak terkecuali ke gunung. Khusus yang ke gunung, saya biasa berkendara sendirian karena membawa tas carrier seukuran anak TK. Karena motor saya bebek, jadi susah kalau berboncengan. Mau gak mau tas harus dipakai karena kalau ditaruh depan bakal susah mengendalikan kemudi. Kalau motor matic sih gak masalah karena tas carrier-nya bisa ditaruh depan sehingga masih bisa dipakai berboncengan.

Saya gak pernah ikut touring ramai-ramai bareng komunitas motor karena menurut saya pengalaman berwisata alam yang paling mengena itu kalau bersama kelompok kecil, bukan touring massal yang banyak anggotanya. Terasa kurang enjoy kalau rombongannya terlalu ramai. Maka dari itu pengertian touring disini lebih tepatnya touring kecil-kecilan saja. Tips berikut ini khusus untuk touring ke tempat wisata alam yang kadangkala jauh dari pemukiman penduduk. 

Perhatian! Dua hal terpenting saat mengendarai sepeda motor dalam perjalanan jauh yakni keselamatan dan kenyamanan.

Cek kondisi motor
  1. Pastikan oli masih dalam kondisi bagus. Jika ragu, ganti oli dengan yang baru karena apabila dipaksakan akan merusak mesin. 
  2. Isi bensin hingga full ketika hendak berangkat. Biar gak repot nantinya kalau di tengah perjalanan jarang dijumpai pom bensin, terlebih lagi jika berangkatnya dini hari. Pertimbangkan pula untuk membawa bensin cadangan apabila lokasinya jauh dari pemukiman.
  3. Cek tekanan angin pada ban depan dan belakang. Tambah anginnya apabila kurang. Di daerah pedalaman bakalan susah cari pompa apalagi tambal ban.
  4. Perhatikan rantai kendaraan. Jika renggang, bawa ke servis atau tukang tambal ban untuk di setel ulang atau dikencangkan. Saya punya pengalaman buruk ketika rantai motor lepas karena kondisinya renggang namun tetap saya paksakan berangkat. Celakanya, di daerah pelosok jarang ada servis motor apalagi pas malam hari.
  5. Cek lampu kendaraan. Antara lain lampu depan, lampu jauh, lampu sein kanan-kiri, lampu belakang, dan lampu rem belakang. Pastikan semuanya menyala dengan normal.
  6. Cek klakson kendaraan. Klakson ini penting sekali terlebih lagi jika motor akan dipakai perjalanan jauh.
  7. Cek speedometer. Pastikan semuanya berfungsi. Akan repot nantinya jika ternyata indikator bahan bakarnya gak berfungsi. Repot kalau harus berhenti buat buka tangki bensin tiap kali ngecek kondisi bahan bakar.
  8. Bawalah tang, obeng, kunci pas, dan kunci busi. Simpan di dalam jok sepeda motor untuk berjaga-jaga.
  9. Panaskan dulu mesin motor agar sistem pelumasan dan pembakarannya bekerja secara optimal. Tak perlu lama-lama. Untuk mesin injeksi 1 menit saja sudah cukup.

Cek kelengkapan berkendara
  1. Jangan lupa bawa SIM dan STNK. Pastikan juga teman anda itu sudah punya SIM jika akan berboncengan dan di tengah perjalanan nanti mengemudi gantian. Gak lucu kalau kena razia Polisi saat dia yang nyetir dan ternyata dia tidak punya SIM.
  2. Pakai helm yang berstandar SNI demi keamanan dan keselamatan berkendara.
  3. Gunakan masker untuk mencegah polusi udara dan debu yang beterbangan.
  4. Pakai jaket yang memiliki kemampuan windproof supaya gak masuk angin. Jaket windproof bukan berarti jaketnya harus tebal. Simak artikel saya disini untuk mengetahui apa itu jaket windproof.
  5. Pakai sarung tangan khususnya jika mengemudi di siang hari. Biar kulit gak belang-belang.
  6. Hindari memakai sandal jepit. Paling tidak pakailah sandal gunung. Akan lebih baik lagi jika memakai sepatu.
  7. Bawalah selalu jas hujan. Jangan pernah menyepelekan cuaca. Meski di tengah musim kemarau sekalipun, kita tidak tahu kapan hujan akan turun. Sebaiknya hindari jas hujan model poncho karena kurang praktis dan rawan terjirat rantai motor.

Tips lainnya yang perlu diperhatikan
  1. Patuhi rambu-rambu lalu lintas. 
  2. Selalu waspada dan hati-hati. Tidak perlu ngebut. Utamakan keselamatan.
  3. Mengemudi haruslah sabar dan pikiran dingin. Jaga emosi supaya tidak salah mengambil tindakan. Jangan gegabah.
  4. Tidak usah tegang. Usahakan se-nyaman dan se-rileks mungkin biar badan gak gampang pegal.
  5. Jangan meneruskan perjalanan jika mengantuk, baik yang mengemudi maupun yang di bonceng. Kalau petualang dengan dompet pas-pasan kayak saya sih, jika sudah mulai ngantuk ya berhenti dulu di pom bensin buat rehat atau tidur sejenak. 
  6. Demi keamanan, jangan lupa untuk selalu mengunci ganda motor anda ketika memarkir kendaraan. Ingat, kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat dari pelakunya, melainkan juga karena ada kesempatan. Waspadalah!
  7. Bawa uang lebih untuk berjaga-jaga. Jika uang anda tinggal sedikit dan mau tarik tunai di ATM, segera lakukan selagi sempat karena makin ke pelosok bakal semakin jarang di jumpai ATM.
  8. Jika dalam rombongan anda berada paling depan ataupun di tengah, sesekali menolehlah ke belakang untuk cek posisi rekan anda yang ada di belakang. Jika tertinggal jauh, kurangi kecepatan atau berhenti sejenak untuk menunggu rekan anda itu. Kasihan kalau sampai yang belakang kesasar akibat anda terlalu ngebut.
  9. Ketika hujan, segera menepi dan cari tempat berteduh untuk sementara. Segera pakai jas hujan dan masukkan HP, dompet, serta barang-barang elektronik lainnya ke dalam plastik supaya tidak terkena air atau simpan di dalam jok. Jangan meneruskan perjalanan jika anda ragu. Seperti misalnya hujan angin atau cuaca berkabut yang bisa membahayakan karena menghalangi jarak pandang.
  10. Apabila motor terasa tidak beres, entah mesinnya, remnya, bannya atau apapun itu, kurangi kecepatan dan bawa ke bengkel ketika anda menjumpainya. Jangan ditunda lagi. Jika perlu, tanya penduduk sekitar dimana servis motor terdekat. Jangan meneruskan perjalanan dengan kondisi motor yang tidak beres karena dapat berakibat fatal.

Demikian tips yang bisa saya beri. Ingat selalu bahwa keselamatan ialah hal yang paling utama mengingat di Indonesia sendiri sebagian besar kecelakaan di jalan disebabkan oleh kendaraan roda dua. Teruslah berpetualang walau badai menghadang. Seperti slogan The North Face: Never Stop Exploring.