Langsung ke konten utama

Review Tas Gunung Carrier Berghaus Torridon 65

Review Tas Gunung Carrier Berghaus Torridon 65

Setelah Avtech Outsider 80, tas gunung berikutnya yang saya pakai ialah Berghaus Torridon 65. Ini tas gunung kedua yang pernah saya beli. Review lengkapnya simak uraian berikut ini.

Info pembelian
Tas ini saya beli di bulan Oktober 2013 lewat Kaskus seharga 1,3 juta rupiah. Tas dalam kondisi baru. Masih terbungkus plastik komplet dengan tag-nya. Sellernya kebetulan lagi butuh uang sehingga ngejual di bawah harga pasaran saat itu. Berbeda dengan tas bikinan luar negeri pada umumnya, harga ini tidak banyak berubah. Harganya relatif masih sama bahkan sampai sekarang.

Alasan memilih tas ini
Tas ini sudah lama saya incar. Ketika masih pakai Avtech Outsider 80 pun, saya sudah punya rencana bakal upgrade ke tas ini. Alasan utamanya ialah karena pingin nyobain pakai carrier bikinan luar. Pikir saya sih daripada beli Eiger yang harganya hampir sama dengan merek luar, lebih baik langsung saja beli yang merek luar. Pilihan saya jatuh ke Berghaus karena pada saat itu masih jarang dipakai pendaki. Jadi ada rasa prestise tersendiri.

Riwayat pemakaian
Riwayat tas ini berlangsung singkat. Hanya tiga kali pendakian saja saya memakainya. Yaitu di Gunung Rinjani pada bulan November 2013 dan Sindoro-Sumbing di bulan Februari 2014. Pendakian di Rinjani berlangsung selama 5 hari karena saat itu pingin santai di Danau Segara Anak. Bulan Maret 2014 tas ini saya jual online seharga Rp 850.000. Tak berselang lama akhirnya laku juga. Alasan saya jual karena secara selera kurang suka desainnya yang cenderung "gemuk". Saya lebih suka carrier dengan model meninggi. Jadi lebih karena faktor selera saja. Bukan soal performa.

Spesifikasi Produk
Berghaus merupakan prudusen alat outdoor asal Inggris. Merek ini sudah cukup terkenal di pasaran outdoor Eropa bahkan dunia. Namun tetap saja manufakturnya di Asia seperti lazimnya produk-produk apparel luar negeri lainnya. Tas ini dibuat di Vietnam. Berikut spesifikasinya:
  • Best use: Outdoor (Hiking and Mountaineering)
  • Jenis frame: 1 buah internal frame di bagian tengah berbentuk vertikal
  • Material frame: Stainless steel aluminium
  • Kapasitas: 65 Liter
  • Belt adjustable: Yes 
  • Torso length adjustable: Yes (A-Trek adjustable back-system)
  • Jumlah kantong: 7 (top lid + kompartemen utama + kompartemen sleeping bag + 2 kompartemen samping + 2 kantong samping)
  • Material: Endura 600D Polyester
  • Berat tas: 1,8 Kg
  • Sleeping bag kompartemen: Yes
  • Water bladder compatible: Yes
  • Gender: Men's
  • Raincover: Yes
  • Varian lainnya: Seri Torridon 65 ini untuk Men's sedangkan seri Verden 60 untuk womens. Ada beberapa varian warna diantaranya: Abu-abu, hitam, ungu, hijau, dan merah. 
  • Link website: not available karena ini seri lama, sudah tidak terpampang lagi di website resminya.

Desain
Dari segi desain tas ini cukup simple. Bentuk tas dalam kondisi terisi penuh akan terlihat "gemuk". Mirip ama tas carrier bikinin Vaude. Berbeda dengan carrier pada umumnya yang lebih meninggi ke atas seperti tas Deuter, Osprey, Eiger, atau tas lokal lainnya. Tas dengan model gemuk seperti ini kurang saya sukai. Ini cuma pendapat pribadi aja. Kekurangan lain dari desain simple ini ialah tidak adanya tali pengencang di samping tas dan kantong kecil di bagian sabuk pinggang. Nilai lebih dari desain tas ini yaitu pada opsi pilihan warnanya yang cukup beragam. Namun warna yang umum dijual di pasaran Indonesia ialah abu-abu dan hitam. Warna merah juga ada meski agak jarang ditemui.
Nilai = 6,5/10

Fitur
Tas ini memiliki 7 kompartemen yaitu kantong atas, kompartemen utama, 2 buah kompartemen samping, kompartemen sleeping bag, serta 2 buah kantong jaring (mesh pocket) di samping tas. Kompartemen utama cukup luas untuk menyimpan perbekalan selama 4-5 hari pendakian. Di kompartemen ini juga terdapat slot untuk menaruh water bladder. Lubang untuk selang water bladder berada di bagian tengah tepat di bawah strap handle di belakang tas. Kompartemen samping juga cukup luas dan bisa digunakan untuk menaruh botol minum kapasitas 1,5 liter plus beberapa item lainnya. Bagian kompartemen bawah bisa dibuka tutup dengan menggunakan risleting. Jadi apabila ingin menjadikan satu dengan kompartemen utama tinggal buka aja risletingnya. Kantong atasnya tidak terlalu besar dan gak bisa dilepas. Secara keseluruhan, seperti layaknya carrier bikinan luar, meski tertera berkapasitas 65 liter namun ukurannya hampir sama dengan carrier lokal yang berkapasitas 80 liter. Tas ini saya pakai pendakian 5 hari di Gunung Rinjani dengan membawa barang sekitar 23 kg. Bahkan masih ada sedikit sisa ruang. Untuk backsystem-nya bisa diatur sendiri panjang torsonya dengan cara melepas dan mengaitkan perekat velcro melalui bagian belakang tas yang terdapat semacam webbing. Berghaus menamakan teknologi ini dengan A-Trek Adjustable Backsystem. Bantalan pada sabuk punggung maupun pinggangnya cukup tebal dan empuk. Gak cepat bikin pegal-pegal di punggung ketika bawa beban berat. Beban terdistribusi cukup merata. Baik di bagian punggung, pundak, maupun pinggang. Juga terdapat sabuk pengancang di bagian dada yang bisa diatur sendiri letaknya dengan menaik-turunkan. Strap ini dapat dilepas. Sabuk ini berfungsi untuk menjaga agar sabuk punggung tetap stabil di pundak supaya gak mudah bergeser. Kantong samping yang berupa jaring-jaring cukup besar untuk menampung botol air. Namun bila kompartemen sampingnya penuh sulit untuk naruh item berukuran agak besar di kantong sampingnya. Tas ini juga sudah dilengkapi dengan raincover. Jadi gak usah kuatir jika turun hujan deras sekalipun. Sudah pernah saya coba dan hasilnya barang-barang di dalam tas tetap kering. Dari segi fitur, tas ini sudah cukup mumpuni. Kekurangan tas ini ialah tidak adanya tali kompresi di bagian samping tas dimana biasa saya selipkan trekking pole atau frame tenda. Serta tidak adanya kantong kecil di sabuk pinggang tempat biasa buat naruh kamera digital.
Nilai = 7/10

Ketahanan
Pada awalnya saya ragu tas ini bisa awet. Ternyata dugaan saya salah. Tas ini cukup kuat dari segi bahan dan jahitannya. Selama saya pakai 5 hari pendakian ke Gunung Rinjani dengan membawa bobot bawaan di atas rata-rata, rapor tas ini lumayan memuaskan. Gak pernah terjadi malfungsi semisal robek pada jahitan. Material tas ini terbuat dari Endura 600D polyester. Bahan ini sering dipakai membuat tas-tas outdoor lantaran bobotnya yang ringan namun memiliki tingkat durabilitas tinggi. Meski saya sendiri lebih menyukai nilon Cordura karena memiliki kerapatan tinggi sehingga lebih awet dan tahan banting. Setelah balik dari pendakian Sindoro-Sumbing, nyaris tidak ada bekas goresan yang diakibatkan pemakaian. Karena baru tiga kali saya pakai mendaki, saya gak tahu pasti gimana daya tahannya untuk dipakai jangka panjang. Yang jelas dengan materialnya yang ringan tas ini terbukti cukup awet disiksa di gunung-gunung Indonesia.
Nilai = 7/10

Performa dan Kenyamanan
Untuk harga segini performa tas ini sangat sepadan. Saya gak nyesal merogoh kocek sebesar Rp 1,1 juta. Performa back-system nya sudah lumayan mempuni. Kelebihan lain dari back-system ini ialah ukuran torsonya yang dapat disesuaikan sendiri dengan punggung pemakai. Padding-nya pun cukup empuk dan tidak terlalu membuat punggung gerah. Gak seperti tas-tas bikinan lokal. Sabuk pinggangnya juga pas. Tidak terlalu kecil dan juga tidak terlalu besar. Bantalannya cukup empuk, pas di pinggang, meski gak setebal punya Deuter seri Aircontact. Ketika dipakai trekking bahkan pada saat melewati tanjakan curam sekalipun, distribusi bebannya cukup merata. Gak bikin tas bergoyang ke kanan-kiri. Singkat kata, tas ini layak untuk dibanderol dengan harga segitu. Performanya cukup apik dan tergolong mumpuni. Meskipun gak terlalu wah juga sebenarnya. Mengingat tas ini hanya mengandalkan satu buah frame vertical saja di bagian tengah. Sekedar info tambahan, tas ini sangat populer di Eropa. Khususnya di Inggris, negeri asalnya sono. Lantaran tergolong budget-friendly alias harganya yang bersahabat dengan kantong. Jadi sudah bisa dikira-kira sendiri gimana kualitas tas ini.
Nilai = 7,5/10

Please see the screenshot below

Review Tas Gunung Carrier Berghaus Torridon 65

Kesimpulan
Berghaus Torridon 65 merupakan tas yang cukup populer di Eropa dengan terjangkau. Tas ini merupakan solusi bagi anda yang ingin memiliki carrier import berkualitas dengan harga bersaing. Untuk performa dan kualitas, saya lebih memilih tas ini jika dibandingkan dengan carrier Eiger. Back-system nya cukup nyaman, bisa diatur sendiri ukuran torsonya, dan juga sudah lumayan tebal padding-nya. Alasan saya menjual tas ini lebih karena masalah selera aja. Bukan soal performa atau kualitas. Secara keseluruhan desain tas ini cenderung "gemuk". Mirip seperti carrier merek Vaude. Saya kurang suka. Bagi anda yang gemar bentuk carrier meninggi sebaiknya pikir-pikir lagi jika mau beli tas ini.

Kelebihan:
  • Harganya sebanding dengan kualitas, tidak terlalu mahal dan juga tidak terlalu murah, bisa dibilang kelas menengah
  • Back-system nya cukup nyaman dan bisa disetel sendiri dengan mudah
  • Kompartemennya sudah cukup banyak, ada kompartemen samping dan kompartemen bawah untuk sleeping bag sehingga sangat membantu dalam organisasi item
  • Sudah disertakan raincover bawaan
  • Kompatibel dengan Water bladder
  • Untuk kapasitas 65 liter, bobot tas ini cenderung ringan

Kekurangan:
  • Tidak ada tali kompresi di bagian samping tas 
  • Tidak ada kantong di bagian sabuk pinggang yang biasa digunakan untuk naruh HP atau kamera digital 
  • Kantong atasnya kecil