Langsung ke konten utama

Review Tas Gunung Carrier Avtech Outsider 80

Review Tas Gunung Carrier Avtech Outsider 80

Ini review pertama yang saya tulis di blog ini. Review di blog ini sebisa mungkin saya urutkan secara kronologis untuk memudahkan pembaca dalam memilih gear sesuai dengan budget yang dimiliki. Sejak mulai gemar mendaki, peralatan saya pada awalnya kebanyakan yang murah meriah. Maklum, pendaki cupu. Hingga uang tabungan mencukupi ditambah dengan jual gear saya yang lama, barulah saya bisa upgrade. Begitu seterusnya sampai saya nemuin gear yang paling ideal. Sesuai dengan kebutuhan, selera, serta budget saya. Salah satu perlengkapan mendaki gunung pertama yang saya beli adalah tas carrier. Yap, karena menurut saya tas gunung vital sekali gunanya. Barulah kemudian beli jaket, sepatu, sleeping bag, dan seterusnya. Tas pertama yang saya beli ialah Avtech Outsider 80. Langsung saja simak reviewnya berikut ini.


Info pembelian
Tas ini saya beli bulan April 2013 melalui salah satu seller grosiran tas Avtech di Kaskus seharga Rp 365.000. Seller tersebut berlokasi di Jakarta Barat. Harga pada waktu itu memang amat sangat murah. Kini harganya sudah melonjak hingga Rp 600.000.


Alasan memilih tas ini
Alasan saya memilih tas ini cuma karena harganya yang sangat murah. Itu aja sih sebenernya. Mengingat waktu itu saya juga masih pemula dan baru pertama kali beli tas gunung. 


Riwayat pemakaian
Tas ini pernah saya bawa ke Gunung Arjuno, Lawu, Merapi, Argopuro, dan Panderman. Mulai dari pendakian singkat sampai pendakian 5 hari. Riwayat tas ini berakhir setelah saya jual ke teman di bulan November 2013 karena ingin upgrade. Faktor utama lainnya ialah performa back-systemnya yang buruk dan terkesan dibikin seadanya sehingga kurang nyaman dipakai. Terlebih ketika tas dalam kondisi penuh.


Spesifikasi Produk
Avtech merupakan akronim dari Adventure Technology. Avtech ini produk asli dalam negeri yang sudah cukup lama malang melintang di pasaran outdoor Indonesia. Kalau gak salah, manufakturnya berlokasi di Bandung sedangkan kantor pemasarannya berada di daerah Cipayung, Jakarta Timur. Berikut spesifikasinya:
  • Jenis tas: Tas Gunung
  • Jenis frame:  2 buah internal frame berbentuk menyilang seperti huruf X
  • Material Frame: Stainless steel aluminium
  • Kapasitas: 80 Liter
  • Belt adjustable: Yes 
  • Torso length adjustable: No
  • Jumlah kantong: 2 (top lid + kompartemen utama)
  • Material: Nylon
  • Berat tas: 2 kg
  • Sleeping bag kompartemen: No
  • Water bladder compatible: No
  • Gender: Unisex
  • Raincover: Dijual terpisah seharga Rp 65.000
  • Varian lainnya: Seri Outsider ini tersedia dalam 2 kapasitas, 60 dan 80 liter. Pilihan warnanya: biru tua, biru muda, hijau, abu-abu, dan oranye.
  • Link website: www.avtech-indo.com/avindo/?mod=produk&page=show&id=482


Desain
Tas ini sepintas mirip ama South Merapi yang pernah saya pinjam dari teman untuk ke Gunung Welirang. Sama-sama buatan lokal namun merk tersebut sudah gulung tikar. Tidak ada corak yang unik dari desain tas ini. Bentuknya pun sangat sederhana sehingga terkesan simpelLayaknya tas gunung yang memang diperuntukkan buat pemula. Satu-satunya yang jadi penyejuk mata cuma tali strap berwarna oranye mencolok di kedua sisi bagian samping. Tali ini disebut dengan adjustable belt. Sedikit menambah kesan gahar si pemakainya. Bagian penutup atasnya berwarna kontras dengan warna dasar tas. Secara keseluruhan gak ada yang wah dari desain tas ini.


Fitur
Tas ini hanya memiliki dua kompartemen saja. Yakni kompartemen utama melalui bukaan atas khas carrier-carrier pada umumnya dan kantong. Kantong atas ini berfungsi untuk menyimpan barang yang sering kita pakai supaya cepat ngambilnya. Seperti kotak P3K dan obat-obatan. Tidak ada kompertemen bawah untuk sleeping bag dan tanpa kantong samping yang biasa digunakan untuk menyimpan botol minuman. Sungguh menyedihkan memang. Di bagian depan tas ada semacam prusik elastis yang dianyam menyilang. Anyaman ini bisa diketatkan dan diatur sendiri. Saya biasa memanfaatkan tali ini untuk naruh raincoat supaya cepat ngambilnya. Terutama pas musim hujan. Karena gak ada kompartemen bawah dan hanya bisa dibuka lewat atas, maka kita akan sulit ngambil barang yang tertimbun di dalam tas. Sangat enggak praktis karena kita harus ngeluarin barang-barang yang ada di bagian atas satu-persatu. Ukuran punggung tas ini tidak dapat disesuaikan karena sudah fixed. Oleh karena itu, jika ingin beli tas ini minimal cobalah dulu. Sudah pas kah dengan ukuran torso anda. Di samping tas juga ada masing-masing dua buah strap pengencang yang bisa digunakan untuk menyelipkan barang seperti frame tenda atau trekking pole. Satu-satunya nilai lebih ialah kapasitasnya yang terbilang lumayan. Untuk dipakai mendaki 3-5 hari masih mumpuni. Meski tertera berkapasitas 80 liter, namun ukurannya tidak bisa disamakan dengan carrier bikinan luar negeri. Tas ini dengan Berghaus Torridon 65 aja masih lebih besar Torridon. Frame tas ini ada dua buah yang di model menyilang. Avtech menyebutnya Internal X-frame. Ada velcro di bagian bawah tas untuk ngeluarin frame-nya.

Review Tas Gunung Carrier Avtech Outsider 80
Review Tas Gunung Carrier Avtech Outsider 80

Ketahanan
Bahan tas ini terbuat dari nilon ripstop mirip semacam Cordura. Tetapi secara kualitas masih di bawah Cordura. Pada seri terbaru bahkan sudah menggunakan nilon berpola heksagonal seperti bentuk sarang lebah. Klik disini untuk melihat teksturnya dari dekat. Material ini cukup awet. Bagian luarnya cukup kuat meski pernah jatuh berkali-kali, terkena duri dan ranting tanaman, bahkan pernah pula saya seret ketika melewati medan berbatu, tak nampak adanya bekas atau sobekan pada tas. Pernah sekali terjadi kerusakan pada jahitan yang menutup ujung dari salah satu frame-nya. Hal ini mengakibatkan frame jadi mencuat ke atas dan terlihat dengan jelas. Ini terjadi ketika saya mendaki Gunung Argopuro. Bobot barang bawaan saya pada waktu itu memang lumayan berat. Hampir 24 kg. Mungkin karena itulah frame-nya gak mampu menopang beban tas sehingga kalah jahitannya. Sepulangnya di rumah, saya bawa ke tukang reparasi tas untuk dijahit ulang. Saya suruh untuk memakai bahan kulit dengan jahitan berganda supaya lebih awet. Cari ini terbukti cukup kuat. Ketika saya pakai di pendakian berikutnya, masalah serupa tidak pernah muncul lagi. Meski demikian hal ini gak bisa ditolerir. Maka untuk kategori ini saya kasih nilai rendah.


Performa dan Kenyamanan
Tas dengan harga semurah ini tentu sudah bisa ditebak performa dan kenyamanannya. Kalau kata pepatah Jawa: ono rego, ono rupo. Artinya ada harga ada kualitas. Pepatah itu berlaku universal, tak terkecuali dalam memilih tas gunung. Tas ini memiliki back-system yang apa adanya. Saat dipakai punggung mudah terasa gerah karena tidak memiliki aliran udara yang baik. Beban tas seakan hanya ditopang oleh pundak lantaran sabuk pinggangnya kurang kuat dalam "merangkul" pemakainya. Hal lainnya ialah karena bantalan spons pada pinggang maupun pundaknya kurang tebal. Gak cukup empuk buat menopang bobot tas. Akibatnya distribusi beban tidak merata dan inilah yang menyebabkan punggung terasa sakit saat memakainya. Struktur tas yang cenderung memanjang memang biasanya cocok untuk dipakai hiking, namun tidak dengan tas ini. Tas jadi gak seimbang sehingga mudah goyang ke kanan-kiri terutama saat melewati medan yang menanjak.

Review Tas Gunung Carrier Avtech Outsider 80
Review Tas Gunung Carrier Avtech Outsider 80


Kesimpulan
Avtech Outsider 80 merupakan tas gunung yang sangat basic dengan fitur serba terbatas. Tas ini memiliki back-system yang sangat sederhana sehingga kurang nyaman. Terutama jika dipakai mendaki lebih dari dua hari. Beban tas sebagian besar hanya ditopang oleh pundak karena bantalan pada sabuk pinggang yang kurang empuk bahannya. Tas ini cocok untuk pendaki pemula yang ber-budget minim. Namun saya lebih merekomendasikan merk Consina atau Cozmeed jika budget anda hanya cukup untuk beli tas carrier buatan lokal. Menurut saya tas gunung Consina maupun Cozmeed memiliki fitur dan kualitas yang lebih bagus daripada Avtech dengan harga yang sama.


Kelebihan:
  • Harganya murah

Kekurangan:
  • Fitur serba terbatas
  • Organisasi item kurang praktis karena hanya ada dua kompartemen
  • Tidak ada kompartemen sleeping bag dan kantong samping
  • Jahitan pada bagian atas frame kurang kuat
  • Back-system nya memprihatinkan, beban tidak terdistribusi secara merata
  • Punggung mudah gerah karena sirkulasi udara yang buruk pada back-system nya
  • Bantalan pundak dan pinggangnya tipis
  • Raincover-nya dijual terpisah