Langsung ke konten utama

Tips Memilih Baselayer Untuk Mendaki Gunung

Tips Memilih Baselayer Untuk Mendaki Gunung

Pemilihan kaos untuk hiking perlu diperhatikan agar bisa beraktifitas dengan nyaman. Namun, para pendaki seringkali kurang memperhatikan hal tersebut. Kaos atau pakaian sebagai lapis pertama yang dikenakan ini disebut dengan baselayer. Karena dipakai pada lapis pertama dan bersentuhan langsung dengan kulit, sudah pasti baselayer inilah yang paling sering kita pakai saat trekking. Postingan ini akan membahas tips memilih baselayer yang tepat untuk mendaki gunung beserta aplikasinya. Untuk tips mencuci baselayer bisa anda baca disini.

Fungsi baselayer:
  1. Menjaga permukaan kulit tetap kering dengan menyerap keringat. Proses ini disebut moisture absorbing.
  2. Mengeluarkan resapan keringat tersebut ke bagian luar dari serat kain melalui proses evaporasi. Proses ini dinamakan moisture wicking. Serat kain yang basah terkena keringat akan menyebar ke bagian serat kain yang masih kering. Proses ini disebut dengan kapilaritas yang berfungsi untuk mempercepat proses pengeringan pada serat kain. Semakin besar luas permukaan yang basah akibat terdifusi, maka akan semakin baik karena kain akan semakin cepat kering. Kemampuan baselayer agar supaya cepat kering ini sering disebut dengan quick drying
  3. Menjaga suhu tubuh supaya tetap dalam kondisi netral dengan mempertahankan kelembaban dan temperatur dalam tubuh.
  4. Untuk mencegah tubuh dari paparan sinar matahari dan sinar ultra-violet yang dapat menyebabkan kulit terbakar.
  5. Sebagai pelindung tubuh dari sengatan serangga.

    Berdasarkan bahannya
    Umumnya saat ini kita dapat menjumpai dua macam bahan baselayer, yakni sintetis dan wool. Contoh bahan sintetis ialah polyester, polyamide, polypropylene, lycra, dan elastane. Sedangkan contoh bahan wool untuk baselayer antara lain SmartWool dan Merino Wool. Perlu diingat untuk tidak memakai kaos berbahan katun ketika mendaki gunung karena meski kain katun dapat menyerap keringat, namun tidak mengevaporasinya ke udara sehingga menyebabkan kaos senantiasa basah dan lama keringnya. Jika sudah basah, kita akan makin kedinginan dan tentunya membuat kita rawan terkena hypothermia. Katun cocok untuk cuaca panas karena keringat yang diserap berfungsi sebagai pendingin tubuh. Sebaliknya, di cuaca dingin bisa berbahaya karena menyebabkan hilangnya panas tubuh.

    Kelebihan dan kekurangan sintetis:
    (+) Tidak menyebabkan kulit gatal saat dipakai
    (+) Lebih cepat kering
    (+) Lebih murah harganya jika dibandingkan dengan wool
    (+) Perawatannya mudah
    (-) Lebih mudah menarik bau yang tidak sedap. Ini adalah sifat umum dari bahan berjenis sintetis meski sekarang banyak produk yang sudah diproses dengan metode tertentu guna meminimalisir timbulnya bau yang tidak sedap

    Kelebihan dan kekurangan wool:
    (+) Mampu mempertahankan suhu tubuh secara lebih baik meski dalam kondisi basah
    (+) Nyaman dipakai pada saat cuaca panas karena secara alami wool memiliki efek mendinginkan kulit
    (+) Tidak mudah menarik bau yang tidak sedap
    (-) Harganya lebih mahal
    (-) Wool memerlukan perawatan ekstra

    Di Indonesia sendiri yang paling banyak dijumpai adalah baselayer berbahan sintetis. Saya sangat jarang menemukan baselayer yang berbahan wool. Hal ini tak jadi masalah karena baselayer sintetis memang lebih cocok untuk kondisi gunung di Indonesia yang cuacanya tropis dan tidak terlalu ekstrim. Sedangkan untuk pendakian di gunung-gunung bersalju umumnya para pendaki lebih memilih baselayer berbahan wool karena insulasinya lebih baik.

    Berdasarkan bobotnya
    Selain dibedakan menurut bahannya, baselayer juga tersedia dalam berbagai varian menurut rentang bobotnya. Yaitu ringan, menengah, dan berat. Penggunaan berat ini disesuaikan dengan kondisi dan cuaca yang dihadapi, terutama faktor suhu dan kecepatan angin. Semakin berat bobotnya maka bahan kain baselayer pun juga akan semakin tebal. Baselayer berat sangat cocok digunakan untuk ekspedisi di tempat yang bersuhu dingin atau bersalju. Baselayer tipe ini kurang tepat jika digunakan di Indonesia. Saya biasanya cukup menggunakan baselayer lightweight berbahan sintetis untuk trekking di pagi hingga siang hari. Jika temperatur mulai menurun pada sore dan malam hari, apalagi jika cuaca berkabut disertai angin yang cukup kencang, barulah saya mengganti pakaian ke baselayer midweight berbahan sintetis. Biasanya pada baselayer midweight lapisan bagian dalamnya dilapisi bahan microfleece yang berguna untuk menjaga suhu tubuh agar tetap hangat. Baselayer midweight ini juga saya pakai ketika sudah mendirikan tenda dan sebagai pakaian tidur dengan menambahkan jaket tentunya. Ini bertujuan untuk menjaga suhu tubuh agar tetap hangat karena temperatur akan menurun drastis di malam hari.

    Perbedaan desain baselayer untuk pria dan wanita
    Baselayer half-zip dari Helly HansenYang kiri untuk pria dan yang kanan untuk wanita.

    Penamaan moisture wicking
    Baselayer yang diproduksi oleh brand-brand outdoor memiliki penamaan teknologi moisture wicking yang berbeda-beda. Namun pada prinsipnya memiliki fungsi yang sama seperti yang sudah saya jelaskan di atas. Berikut ini contoh teknologi moisture wicking yang dipakai oleh beberapa apparel olahraga terkemuka:



    Tips Memilih Baselayer
    1. Pilihlah baselayer yang pas di badan. Istilahnya athletic fit atau press body. Jangan yang terlalu longgar. Baselayer yang pas akan membantu menjaga suhu tubuh agar tetap optimal.
    2. Biasanya produsen alat-alat outdoor mengeluarkan item untuk tiap gender, mens and womans. Tiap baselayer memiliki kontur yang didesain sesuai dengan gendernya masing-masing. Untuk kenyamanan, pilih baselayer sesuai dengan gender. 
    3. Usahakan memilih baselayer yang bisa melar karena mendaki gunung membutuhkan banyak gerak dengan fleksibilitas tinggi. Bahan stretchy akan memudahkan pergerakan dalam beraktivitas sehingga terasa nyaman. 
    4. Pilihlah baselayer yang berwarna mencolok supaya memudahkan identifikasi. Kita tidak pernah tahu berbagai kemungkinan terburuk yang bisa terjadi di gunung. Oleh karena itu, warna baselayer yang mencolok akan memudahkan tim SAR jika kita tersesat di gunung. Jangan memilih warna kamuflase seperti loreng-loreng yang biasa dipakai tentara karena akan menyulitkan pencarian. 
    5. Pilih baselayer yang berlengan panjang supaya lengan terlindungi dari sinar matahari dan sengatan serangga. Baselayer berlengan panjang lebih fleksibel karena tinggal melipatnya saja jika ingin dijadikan lengan pendek. 
    6. Baselayer dengan fitur risleting bukaan setengah seperti pada gambar di atas merupakan pilihan terbaik karena kita bisa menyesuaikannya dengan suhu tubuh dan aktivitas yang dilalui. Ketika mulai terasa gerah dan butuh ventilasi, kita tinggal membuka risleting tersebut. 
    7. Bawalah baselayer secukupnya. Terutama untuk pendakian yang memakan waktu hingga berhari-hari. Segera lap badan hingga kering dan ganti baselayer yang basah akibat terkena hujan ketika sudah berada di pos atau mendirikan tenda untuk beristirahat.